Humas: Jembatan Utama Dalam Penyelesaian Masalah Internal dan Eksternal pada Organisasi

Humas: Jembatan Utama Dalam Penyelesaian Masalah Internal dan Eksternal pada Organisasi

0
11

Humas, singkatan dari Hubungan Masyarakat memiliki peran yang sangat penting pada sebuah organisasi. Peran humas terbesar bagi sebuah organisasi adalah menciptakan, meningkatkan, dan menjaga citra organisasi di mata masyarakat atau publik (Mustafa, 2017:31). Tidak hanya bertugas untuk mengelola citra organisasi namun juga membantu dalam proses penyelesaian masalah yang mungkin saja timbul baik pada internal maupun eksternal organisasi. Hal ini selaras dengan tugas humas untuk menciptakan serta menjaga reputasi dan stabilitas organisasi.

Pada sisi internal, Humas berperan sebagai mediator dan fasilitator komunikasi antara manajemen dengan pegawai. Dalam proses komunikasi tersebut, humas berperan untuk menyampaikan informasi yang selaras dengan visi misi organisasi. Selain itu, Humas bertugas untuk menjadi perantara dalam proses penyelesaian masalah yang timbul di dalam organisasi, baik antara pegawai, departemen, dan sisi lainnya di internal organisasi, maka humas bertanggung jawab untuk menjadi perantara proses dialog dan penyelesaian masalah yang ditempuh. Hal itu selaras dengan yang diungkapkan oleh (Sari 2012:10) yang menyatakan bahwa salah satu peran humas yaitu sebagai penasehat ahli (expert prescriber) artinya seorang humas harus memiliki pengalaman dan kemampuan yang tinggi untuk dapat membantu mencarikan solusi dalam penyelesaian masalah hubungan dengan publik.

Di sisi ekternal, Humas bertugas untuk menjadi jembatan utama proses interaksi dengan masyarakat, media, hingga kerja sama dengan kolega. Humas harus mampu menjaga komunikasi yang transparan terkait dengan berbagai hal yang ada di dalam organisasi, serta menyelesaikan permasalahan yang mungkin saja terjadi dari eksternal organisasi, seperti halnya ketika organisasi mendapatkan permasalahan yang mempengaruhi reputasi, maka humas bertugas untuk merencanakan serta melaksanakan strategi komunikasi kritis yang dapat digunakan untuk penyelesaian permasalahan yang terjadi. Seperti halnya yang pernah terjadi kasus krisis pada Bakso Afung, saat influencer Jovi Adhiguna yang membawa krupuk babi ke dalam restoran yang memiliki sertifikasi halal dan mencampurnya ke dalam makanan, isu tersebut langsung viral dan mendapat kecaman dari warga net. Hal tersebut menjadi viral karena mayoritas penduduk di Indonesia beragama muslim dan dalam ajaranya sangat ketat terhadap makanan halal. Krisis tersebut di respon oleh Humas Bakso Afung dengan permintaan maaf yang tulus kepada seluruh konsumen dan mengambil langkah besar untuk menghancurkan semua peralatan dapur yang telah terkontaminasi dan menggantinya dengan yang baru. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kepercayaan konsumen dan menjaga reputasi restoran yang telah mendapat sertifikasi halal. Langkah tegas yang di ambil oleh Humas terbukti efektif karena telah mengakui kesalahan dan tindakan tersebut mendapat simpati dari konsumen karena dinilai Humas dapat tegas mengambil langkah besar untuk menjaga kepercayaan konsumen dan berhasil menyelesaikan krisis reputasi yang sempat terjadi.

 Humas bertindak sebagai garda terdepan dalam menciptakan citra positif di kalangan masyarakat yang di dalamnya mencangkup penyampaian informasi, penemuan solusi dalam pemecahan masalah, serta strategi dalam mempertahankan kepercayaan publik (Widayawati 2016:24). Humas dituntut untuk dapat memberikan informasi yang akurat dan informatif kepada publik dan dapat me respon dengan cepat permasalahan atau kritik dari pihak eksternal agar citra organisasi tetap terjaga dan permasalahan yang timbul dapat segera terselesaikan.

Dengan demikian, humas berperan sebagai fasilitator komunikasi bagi internal maupun eksternal organisasi, menjadi jembatan utama dalam penyelesaian konflik yang terjadi pada internal organisasi baik pada antar pegawai, maupun pegawai dengan pihak manajemen dan pada eksternal organisasi, kepada kolega, media serta masyarakat dan apabila terdapat krisis komunikasi yang terjadi maka Humas bertanggung jawab untuk mengambil langkah dan menyusun strategi yang tepat untuk penyelesaian masalah dalam rangka menjaga reputasi organisasi.

Sisilia Ramandhani

Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini