Inovasi Produk Berbasis Kearifan Lokal

Inovasi Produk Berbasis Kearifan Lokal

0
27

Warta Metropolis Jember, Padaperingatan Hari Koperasi Nasional JawaTimur yang diselenggararakan dialun-alaun kota Jember pada tanggal 25-27 Juli 2023, seluruh Dinas Koperasi Jawa Timur mengirimkan duta koperasinya dan mendirikan stand pameran untuk memeriahkannya.

Tak luput Jember sebagai tuan rumah, beberapa pelaku UMKM juga membuka stand di alun-alun kota Jember untuk ikut menyemarakkan peringatan Harkop Jatim ke 76 tahun tersebut.

PT Austindo Nusantara Jaya TBk (ANJ) yang merupakan induk dari perusahaan PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT) adalah sebuah perusahaan dengan aktivitas dibidang agribisnis dengan konsentrasi produksi Edamame. Edamame sendiri adalah sejenis kacang kedelai yang warnanya hijau, dan memiliki potensi ekport yang cukup besar.Terbukti saat ini beberapa Negara sudah menjadi tujuan ekport edamame frozen tersebut seperti Jepang, Amerika Serikat, Australia  dan saat ini sedang melakukan penjajagan pasar Eropa.

Selain pasar ekport, PT GMIT memproduksi edamame segar dan frozen dengan merk Edashi yang sudah dipasarkan didalam negeri seperti kota di JawaTimur Bali, Jakarta, juga Jawa Tengah. Potensi ekport sayuran beku ini ternyata masih sangat besar. Tidak Hanya edamame saja yang diekport, namun ada komoditas sayuran beku lain yang diekport yakni okra.

Dalam upaya mendorong dan memberdayakan UMKM, PT GMIT juga memberdayakan masyarakat sekitar lokasi pabrik agar dapat menghasilkan produk yang inovatif dari kedelai edamame dengan memberikan pelatihan kepada beberapa tenaga kerja wanita yang diberinama Kampung Edamame dengan hasil Produksi berupa  camilan edamame renyah ( crispy edamame), pia isi edamame, rempeyek edamame dan okra crispy. Ketika berbincang dengan team warta Metropolis yang sempat mampir di stand PT ANJ pada pameran Harkop Jatim ,Hafid Raharjo selaku Asmen Commercial PT GMIT menambahkan, “produk-produk crispy tersebut juga dalam penjajakan untuk ekport kebeberapa negara, menyusul keberhasilan ekport produk fozennya, yang tentu nya akan semakin banyak menyerap tenaga kerja sekitar” yang mana hal tersebut juga sangat bersinergi dengan moto Harkop saat ini yakni Membangun Koperasi Berbasis kearifan Lokal Menuju Ekonomi Gotong Royong yang Mandiri, Modern dan berdigital./ (Zaenab)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini