Silaturahim Pesantren Peserta EkoTren OPOP Tahun 2023 Bersama Gubernur Jawa Timur

Warta Metropolis Malang – Guna meningkatkan sinergi dan kolaborasi program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pesantren di Jawa Timur, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur pada tanggal 16-17 Maret 2023 bertempat di Hotel Harris Malang menggelar kegiatan Silaturahim Pesantren Peserta EkoTren OPOP Tahun 2023 Bersama Gubernur Jawa Timur.

Hari pertama kegiatan yang diikuti kurang lebih 250 orang peserta yang hadir secara luring dan 750 orang melalui daring ini diisi dengan pembukaan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur-Andromeda Qomariah-serta diskusi panel yang menghadirkan narasumber antara lain dari Bank Indonesia perwakilan Jawa Timur (dengan tema materi “Program Pengembangan Ekonomi Syariah”), Bapenda Provinsi Jawa Timur (dengan tema materi “Sosialisasi Samsat OPOP”), serta dari Bank Jatim Syariah (dengan tema materi “Sosialisasi Produk Bank Jatim Syariah dalam mendukung OPOP).

Mengawali sambutannya Andromeda mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pengasuh dan pengurus pesantren serta stakeholder terkait sehingga perkembangan OPOP di Jawa Timur cukup menggembirakan, “Ini menunjungkkan komitmen kita bersama untuk terus meningkatkan kemandirian pesantren dan kesejahteraan masyarakat sekitar pondok pesantren, ini sebagai salah satu ikhtiar kita bersama agar kita selalu mendapatkan keberkahan dan membawa manfaat”, ujar Andromeda.

Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di Jawa Timur, Andromeda menyampaikan ada 5 aspek yang menjadi perhatian kita bersama, antara lain Kelembagaan, Peningkatan kualitas SDM, Peningkatan kualitas produk, Pemasaran, dan Pembiayaan, “Oleh karena itu salah satu hal yang terpenting adalah IKI, IKI lho jawabane, IKI adalah Inisiatif, Kolaboratif, dan Inovatif”, jelas Andromeda.

Memperhatikan kondisi demografi Jawa Timur dimana 49,12 persen penduduk Jawa Timur adalah kaum milenial dan generasi Z, Andromeda berharap kedepannya pembangunan entrepreneurship berbasis teknologi, “kami sangat berharap kedepan digitalisasi ini menjadi sebuah keniscayaan bagi percepatan peningkatan usaha dan kemandirian pondok pesantren di Jawa Timur”, lanjut Kepala Dinas.

Hari kedua kegiatan dilanjutkan dengan diskusi panel sesi 2 yang menghadirkan narasumber dari Kanwil Kemenag Jatim (dengan tema materi “Peningkatan Kemandirian Ekonomi Pesantren”), Koppontren Sidogiri (dengan tema materi “Model Pengelolaan Bisnis di Pesantren Berbasis Digital), dan Koppontren Sunan Drajat (dengan tema materi “Penyusunan Rencana Bisnis Pesantren”)

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang berkenan hadir pada hari kedua kegiatan ini menyerahkan sertifikat halal kepada beberapa Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren), antara lain Koppontren Nurul Faroh-Lumajang, Koppontren Al Miftah-Lumajang, Koppontren Al Mahrusiyah Lirboyo-Kota Kediri, Koppontren Al Khusyu-Blitar, dan Koppontren Al Amanah Bakery-Sidoarjo. Setelah menyerahkan sertifikat halal kegiatan dilanjutkan dengan  penyerahan buku Eko-Tren OPOP Jatim oleh Khofifah kepada pengasuh pondok pesantren Bahrul Maghfiroh-Malang, KH. Mohammad Bisri.

Selain itu Khofifah juga menyerahkan penghargaan tokoh penggerak OPOP kepada beberapa instansi dan individu yang berkontribusi  aktif dalam perkembangan OPOP di Jawa Timur, diantaranya Dinas Koperasi dan UKM Prov. Jatim, Bank Indonesia KPW Jawa Timur, ITS Surabaya, Walikota Malang, Bupati Malang, Walikota Mojokerto, Bupati Jember, Bupati Ngawi, dan Bupati Trenggalek. Usai menyerahkan penghargaan tokoh penggerak OPOP Khofifah melanjutkan dengan menyerahkan santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada 3 (tiga) orang ahli waris dengan masing-masing ahli waris mendapatkan santunan sebanyak @ 42 juta rupiah.

Pengasuh pondok pesantren Bahrul Maghfiroh-Malang, KH. Mohammad Bisri mendapatkan kehormatan dari Gubernur Jawa Timur untuk memberikan sambutan pada kesempatan ini. Kyai Bisri mengawalinya dengan mengisahkan bagaimana perjuangannya dulu merintis Bahrul Maghfiroh Mart (BM Mart), menurut Kyai Bisri basic ilmu ekonomi para santri sangat kurang, hal ini karena banyaknya ilmu agama yang dipelajari di Ponpes.

Maka sesuai pesan adiknya dulu-almarhum Gus Lukman Alkarim, untuk yang mengurusi usaha jangan anak pondok (santri). Sehingga waktu KH Bisri dapat bantuan dana 100 juta dari rekannya, uang tersebut diberikan ke pengurus pesantren untuk mengurusi BM Mart, “Kalau mau mengelola sesuatu pakailah ilmu, jangan pakai feeling”, pesan Kyai Bisri kepada para pengurus.

Disamping itu untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas pengurus, Kyai Bisri lalu membawa para pengurus pesantren ke Bandung untuk mendapatkan training dan untuk belajar manajemen tentang pengurusan Mart tadi. Namun apa daya ternyata training tersebut terlalu singkat sehingga belum cukup banyak ilmu yang diserap untuk mengelola dan mengembangkan BM Mart, setelah berjalan 3 bulan, uang bantuan 100 juta tinggal 25 juta saja.

Menyikapi situasi tersebut Kyai Bisri lalu memutar otak bagaimana cara mengatasi permasalahan ini, sampai pada akhirnya Kyai Bisri ganti cara dengan berkolaborasi antara pengurus dan orang yang memang ahlinya, “Serahkan ke ahlinya”, begitu pikir Kyai Bisri. Akhirnya lalu diputuskan bekerjasama dengan seorang mantan manajemen Giant Supermarket, dan hasilnya dari kombinasi itulah, usaha BM Mart menjadi sehat dan sampai dengan saat ini menghasilkan omzet rata-rata kurang lebih 10 juta rupiah perhari.

“Jadi saya yakin apabila kita mengelola secara profesional, sesuai kompetensi, dan kita sungguh-sungguh fokus pada usaha itu, saya yakin pondok pesantren akan menjadi fundamental ekonomi di Jawa Timur”, pesan Kyai Bisri mengakhiri sambutannya.

Puncak acara pada kegiatan Silaturahim ini adalah launching tabungan santri dari Bank Jatim Syariah oleh Gubernur Jawa Timur dengan didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim, Direktur Utama Bank Jatim, Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jatim, pengasuh pondok pesantren Ammanatul Ummah-Pacet Mojokerto, pengasuh pondok pesantren Bahrul Maghfiroh-Malang, serta beberapa pimpinan lembaga terkait lainnya.

Beberapa booth layanan yang mendukung kegiatan ini antara lain showcase produk unggulan OPOP Jatim yang disponsori oleh Bank Indonesia dan Bank Jatim Syariah, layanan konsultasi dengan Bank Jatim Syariah, layanan konsultasi klinik Koperasi dan UKM, layanan konsultasi Samsat OPOP Jatim, serta layanan foto produk.

Kegiatan Silaturahim ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh pengasuh pondok pesantren Ammanatul Ummah-Pacet Mojokerto, KH. Asep Saifuddin Chalim, kemudian Gubernur Jatim foto bersama para peserta yang hadir secara luring. (Tim)

spot_img

Latest articles

Related articles

spot_img