Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM bagi Sosiopreneur (Alumni Pesantren) / Santri Preneur (Santri)

Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM bagi Sosiopreneur (Alumni Pesantren) / Santri Preneur (Santri)

0
17

Warta Metropolis Jatim, Dalam rangka menguatkan fungsi pesantren dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan program OPOP dan meningkatkan wawasan dan pemahaman yang tepat tentang usaha berbasis sosial sehingga alumni pesantren bisa semakin mengembangkan usaha berbasis sosial.

Adapun tujuan diselenggarakannya kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Bagi Sosiopreneur (Alumni Pesantren) adalah untuk Menguatkan kapasitas Sumber Daya Manusia bagi alumni pondok pesantren peserta OPOP.

Peningkatan wawasan dan pemahaman masyarakat tentang sosiopreneur program OPOP Jawa Timur, memberikan teladan dan inspirasi dari alumni pondok pesantren yang sukses. Manfaat bagi peserta dapat menguatkan kapasitas Sumber Daya Manusia peserta OPOP dari alumni pesantren agar dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan kreditur.

Selain itu peserta juga mendapat akses informasi layanan dinas yang dibutuhkan peserta OPOP mulai dari kelembagaan, produksi dan restrukturisasi usaha, pemasaran dan pembiayaan.

Acara tersebut di buka secara langsung oleh Dr. Andromeda Qomariah M.M selaku Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur.

Dalam sambutannya Bu Kadis Koperasi  Jatim mengatakan, “bahwa kegiatan Pelatihan Peningkatan kapasitas SDM bagi Sosiopreneur (alumny pesantren) ini merupakan kegiatan yang sangat strategis untuk melakukan peningkatan kapasitas SDM, karena peningkatan kualitas SDM merupakan modal utama pembangunan nasional,” katanya.

Dia juga menambahkan, “bahwa dengan SDM yang berkualitas tentunya akan berdampak pada pengembangan kreativitas dan inovasi dalam berusaha yang secara simultan akan menjadi trigger bagi pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur pada khususnya,” tambahnya.

Bu Andromeda (red. Nama panggilannya) berharap, “agar para peserta dapat menyerap ilmu dari para narasumber yang berpengalaman di bidangnya, sehingga pulang dari kegiatan ilmu tersebut dapat diterapkan dan menjadi pengalaman tersendiri untuk berkarya,” harapnya.

Sementara itu Bapak Erwin Indra Widjaja SE., MAP selaku ketua panitia kegiatan menyampaikan, “bahwa kami menyikapi kondisi tersebut menunjukkan bahwa ada potensi pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pesantren yang belum dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi pengangguran. Oleh karena itu, optimalisasi peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat dilaksanakan sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2019, maka kapasitas dan kompetensi bisnis sumber daya manusia pesantren dan masyarakat sekitar akan meningkat sehingga dapat meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tahun 2020 menetapkan program pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pesantren (eko – tren) melalui program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur.

Program pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pesantren (eko – tren) melalui program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur telah dilaksanakan mulai Tahun 2019 sampai dengan saat ini dimana telah tercipta 1.000 produk unggulan pesantren, 350.000 lebih santripreneur, dan 1.000 lebih sosiopreneur. Oleh karena itu, untuk mendukung program OPOP perlu penguatan kelembagaan usaha dengan badan hukum Koperasi sebagai wadah usaha bersama untuk kesejahteraan anggota,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, “bahwa Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Bagi Sosiopreneur (Alumni Pesantren) merupakan kegiatan untuk memberikan pelatihan perkoperasian dan pendampingan dalam memanfatkan alumni pondok pesantren yang telah memiliki usaha, dengan alumni pondok pesantren yang terjun berwirausaha sebagai sosiopreneur dalam program Ekotren OPOP Jawa Timur,” tambahnya.

Kepala UPT Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur ini juga berharapkan agar para peserta ini nantinya akan dapat menjadi trigger bagi ekosistem halal di Jawa Timur dengan berbagai macam produk halal yang dihasilkan seperti halal food, muslim friendly travel, muslim fashion, farmasi dan kosmetik halal, media dan wisata halal yang tentunya sangat potensial dikembangkan di Jawa Timur, sehingga Provinsi Jawa Timur akan bisa menjadi kawasan regional ekonomi syariah terbesar di Indonesia dengan mensinergikan sektor keuangan dan sektor riil berbasiskan ekonomi rakyat melalui program Ekotren OPOP Jawa Timur.

Sejalan dengan hal tersebut, maka Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur bermaksud menghadirkan 50 orang peserta Pelatihan dari alumni Pesantren yang mengikuti Program OPOP di Jawa Timur. Peserta diharapkan dapat menguatkan usaha yang dijalankan, sehingga bisa meningkatkan skala usaha dari mikro menjadi usaha kecil dan yang usaha kecil menjadi usaha menengah,” harapnya.

Dalam kegiatan tersebut juga menghadirkan para narasumber yang ahli di bidangnya. Adapun narasumber yang ahli dalam bidangnya adalah Dr. Andromeda Qomariah M.M Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur dengan materi “Peranan Pemerintah Provinsi Jawa Timur Terhadap Pengembangan UMKM”, Dr. Subhan Anshori M.Pd.I dari FOKKER Jawa Timur dengan tema materi “Jaringan Usaha dan Kerjasama”, Mohammad Ghofirin S.Pd., M.Pd, I Sekjen OPOP Jatim, Heru Oktavianto S.Kom., M.M dari Widyaswara UPT Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur dengan tema materi “Bussiness Model Canvas”, Hotma Silalahi S.T., M.T dari Widyaswara UPT Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur dengan tema materi “Pemasaran Digital Menggunakan Sosmed dan Market Place, Dr. Ali Hamdan S.Si., MEI dari PT. Microfin Surabaya dengan tema materi “Akutansi Keuangan, Moh Sulton Aminudin S.Kom., M.M dari Widyaswara UPT Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan tersebut diadakan selama 3 hari terhitung mulai tanggal 24-26 April 2024 yang di gelar di Hotel Savana Malang. /team

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini