Dengan Semangat Inovasi Untuk Merubah Birokrasi Menjadi Solusi Demi Ciptakan Pelayanan Publik Yang Prima Bagi Masyarakat

Dengan Semangat Inovasi Untuk Merubah Birokrasi Menjadi Solusi Demi Ciptakan Pelayanan Publik Yang Prima Bagi Masyarakat

0
6

Warta Metropolis Batu – Bertempat di halaman parkir Jatim Park 3 Kota Wisata Batu, pada hari Kamis (23/11) berlangsung pembukaan kegiatan Pameran Inovasi Pelayanan Publik dan Jatim Bureaucracy Fest 2023, kegiatan pameran ini berlangsung selama 3 (tiga) hari mulai 23 s.d 25 November 2023. Melalui kegiatan ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur ingin menunjukkan inovasi-inovasi layanannya  beserta Kabupaten/Kota kepada masyarakat yang dapat diakses dan dimanfaatkan sehingga kedepannya dapat semakin meningkatkan kualitas dari layanan-layanan tersebut setelah mendapatkan feedback dari masyarakat melalui kegiatan pameran ini.

Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membina Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah di Jawa Timur tentunya juga turut berpartisipasi pada kegiatan ini dengan turut serta membawa layanan-layanannya seperti layanan konsultasi hukum, layanan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi produk (layanan pengurusan merk, HAKI, Halal, HACCP, dan sebagainya), peningkatan kapasitas dan kualitas produksi, layanan fasilitasi pemasaran baik offline maupun online serta layanan fasilitasi pembiayaan bagi para pelaku KUMKM. Selain membawa layanan-layanan tersebut diatas ada beberapa kegiatan pendukung seperti Live Sinobar (Sinau Bareng KUKM) dengan beberapa tema seperti konsultasi hukum KUKM, lapak sobat KUKM, strategi pemasaran digital, serta beberapa tema menarik lainnya. Ada pula game corner dengan beberapa game seru seperti susun kata, temukan istilah, dan kuis pilihan ganda yang tentunya ada merchandise menarik untuk para pengunjung yang berpartisipasi pada game-game tersebut.

Membuka kegiatan pameran ini adalah Wakil Gubernur Jawa Timur-Emil Elestianto Dardak yang mengawalinya dengan memberikan beberapa penghargaan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk beberapa kategori antara lain Top Inovasi Terpuji Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik, Reformasi Birokrasi, SAKIP, Layak Berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi, dan Budaya Kerja Cettar dimana Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur berhasil menyabet penghargaan pada kategori ini yang diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur kepada Kepala Diskop UKM Jatim-Andromeda Qomariah.

Mengawali arahannya Emil Elestianto Dardak mengatakan bahwa birokrasi tidak boleh menjadi penghambat/inersia dalam inovasi pelayanan publik, “mari kembalikan birokrasi sebagai solusi, birokrasi haruslah berdampak sesuai pesan Bapak Presiden, birokrasi tidak ada karena dia harus ada, tapi dia ada karena menjadi solusi bagi masyarakat”, kata Emil.

Emil melanjutkan bahwa salah satu kata kunci untuk merubah birokrasi menuju solusi adalah inovasi, birokrasi yang mendorong inovasi akan menghasilkan solusi, “tetapi jika birokrasi yang kemudian stagnasi tidak akan menghasilkan solusi, inilah yang kemudian kami tangkap betul dengan kemudian mendorong mall pelayanan publik salah satunya, jangan pemohon ijin yang bergerak, cukup dokumennya yang bergerak dari satu meja ke meja lainnya di satu atap yang sama, inilah kemudian yang menjadi virus positif yang menjangkit ke seluruh negeri, mall pelayanan bukan sekedar entitas fisik tapi paradigma perijinan kita yang dirubah”, tegas Emil.

Mengakhiri sambutannya Emil mencoba mengulas terkait salah satu kategori penghargaan yang diberikannya tadi yaitu CETTAR yang merupakan singkatan dari Cepat, Efektif dan Efisien, Tanggap, Transparan, Akuntable, dan Responsif. Emil mencoba membedah perbedaan antara tanggap dan responsif, “tanggap dan responsif maksudnya pasang telinga dan pasang mata, kita jika jarang pasang mata dan telinga maka kita tidak tahu ada masalah. Jadi tanggap kaitannya dengan deteksi masalah melalui sensorik, dengar dan baca dari berita melalui TV, medsos, surat kabar, mengamati di lapangan itu bagian dari ketanggapan. Sedangkan responsif adalah segera melakukan respon dan langkah-langkah untuk menyikapi hal-hal yang kita deteksi dan amati tadi, itulah bedanya tanggap dan responsif”, tutup Emil. (Arief)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini