Wagub : Jatim Surplus 4,5 Juta Ton Beras

wagub jatim panen padi d blitar.jpg3,,,,,,,,,,,,,,,,

Warta Metropolis Jatim : Jatim surplus 4,5 juta ton beras pertahun dan diharapkan bisa mencapai target surplus 5 juta ton beras sesuai target di tahun 2013. Surplus tersebut diperoleh dari produksi sebanyak 12.198.707 ton gabah kering giling, setara dengan 7,9 juta ton beras. Sementara itu, untuk konsumsi penduduk Jatim hanya sebesar 3,4 juta ton beras. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf saat Panen Raya Ragam Padi Hibrida dan Evaluasi Manfaat Burung Hantu sebagai Pengendali Hama Tikus di Desa Kerjen Kab. Blitar Selasa (16/4).Ia mengatakan, pencapaian produksi yang cukup tinggi tersebut menetapkan Provinsi Jatim sebagai penyandang produksi padi tertinggi di tingkat nasional dengan kontribusi terhadap produksi nasional sebesar 17,67 persen. Sementara Kab. Blitar berkontribusi terhadap Provinsi Jatim sebesar 2,49 persen. Gus Ipul sapaan akrabnya menjelaskan setiap tahun tanah subur berkurang sementara jumlah penduduk meningkat. Maka salah satu pilihanya adalah meningkatkan produksi melalui pemanfaatan teknologi dengan memilih benih secara bagus. “Padi Hibrida ini bisa menghasilkan produksi 9,8 ton Ha sementara padi lokal hanya menghasilkan 5-7 ton per ha. Meskipun tanah berkurang akan tetapi luas lahan panen bertambah dan produksinya meningkat,” tegasnya. Kenaikan produksi padi yang cukup tinggi tersebut, diakui Gus Ipul berkat kerja keras petani atau kelompok tani serta berkat bimbingan pimpinan wilayah aparat dan seluruh stakeholder yang didukung oleh sinergitas kegiatan lapangan. Diantaranya seperti Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT), demonstrasi pengembangan padi hibrida, Cooperative Farming (CF), optimalisasi sarana dan prasarana pertanian. Padi Hibrida merupakan salah satu hasil inovasi teknologi maju dalam meningkatkan jumlah permintaan beras, di saat lahan pertanian yang berkurang. Dengan menggunakan benih Padi Hibrida, peluang peningkatan produksi padi melalui penggunaan inovasi teknologi terbaru menjadikan Jatim sebagai sentra utama produksi padi di Indonesia selain Jateng dan Sulsel.Diharapkan, kesuksesan penggunaan Padi Hibrida ini dapat meningkatkan semangat dalam menyejahterakan masyarakat sehingga Jatim dan Kab. Blitar mampu berswasembada beras berkelanjutan sehingga dapat mendukung terwujudnya surplus 10 Juta Ton beras di tingkat nasional pada tahun 2014. Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia H. Masngut Imam Santoso mengatakan, panen raya kali ini merupakan bentuk kerja keras yang di buktikan oleh petani dengan mengembangkan burung hantu. Burung Hantu dipilih karena telah berhasil membunuh hama terutama tikus sehingga produktifitas padi meningkat. “Burung Hantu dibuatkan sarang di sekitar area sawah sehingga pada setiap sore hingga malam hari ia akan memangsa tikus yang ada di area persawahan,”tegasnya.Ia menambahkan, budidaya burung hantu ini diyakini dapat membantu petani dalam memberantas hama tikus. Hal ini diperkuat melalui Peraturan Desa (Perdes) Ds. Kerjen Srengat Kab. Blitar salah satu peraturannya dilarang membunuh burung, musang, ular serta dilarang mencari ikan menggunakan strum karena dikhawatirkan dapat merusak ekosistem dan membunuh habitat hewani. “ Ke depan kami juga akan membudidayakan Burung Gagak yang dapat membunuh kwangwung (hama pembunuh kelapa) sehingga hasil pertanian yang ada di Kab. Blitar bisa terus meningkat,” pungkasnya. /Humas Setdaprov Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>