KOPERASI AGROBISNIS TARUTAMA NUSANTARA JEMBER,

DSC_0474,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Warta Metropolis Jember : Indonesia merupakan negara penghasil tembakau bahan baku cerutu terbesar di dunia yang menyumbang market share 34%. Kabupaten Jember merupakan Kabupaten dengan sumbangan produksi tembakau cerutu tertinggi yaitu sekitar 25% dari tembakau total produksi dunia. Sedangkan sisanya dihasilkan dari Kabupaten Klaten Jawa Tengah dan Deli Medan Sumatera utara. Dengan demikian sangat layak bahwa tembakau merupakan hasil pertanian yang sangat diandalkan di Kabupaten Jember ini. Bahkan tembakau dipakai juga pada lambang Kabupaten .
Pada dasa warsa terakhir, tembakau mengalami penurunan yang cukup signifikan pada luas areal dan produksinya. dapat dilihat bahwa areal maupun produksi tembakau dalam lima tahun terakhir cenderung menurun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa minat petani untuk menanam tembakau cenderung menurun. Petani dalam menanam komoditas sangat dipengaruhi oleh prospek dari komoditas itu sendiri. Jika memang tembakau memberikan keuntungan yang baik maka dengan sendirinya petani akan terus menanam komoditas tersebut dan bahkan jika mungkin akan mengembangnya. Eksistensi tembakau di Kabupaten Jember harus tetap dipertahankan. Untuk itu pelu upaya yang nyata guna mempertahankan eksistensi tersebut. Pengusahaan tembakau cerutu harus memberikan keuntungan bagi petani yang menanam, hal ini akan dapat membangkitkan kembali gairah petani untuk menanam tembakau BesNo/BesNota. Kabupaten Jember memiliki sumber daya alam yang cukup memadai untuk tanaman tembakau. Meskipun tingkat kesuburan tanah sudah mulai mengalami degradasi terutama untuk wilayah Jember Utara. Wilayah Kabupaten Jember secara umum dapat dibagi menjadi 3 wilayah untuk areal penanaman tembakau Besuki Na-Oogst ditinjau dari karakter iklim dan jenis tanah yang dimiliki yaitu: Wilayah Jember Utara: memiliki kontur tanah yang kurang datar dan cenderung berteras. Wilayah mempunyai karakter iklim waktu hujan yang lebih maju dari daerah lain, sehingga daerah ini memiliki potensi yang baik untuk menanam tembakau Besuki Na-Oogst tradisional. Tembakau Besuki Na-Oogst yang dihasilkan cukup baik untuk bahan filler, karena mempunyai aroma dan taste yang cukup baik. Wilayah Jember Tengah : Wilayah ini masa hujan tergolong normal, tidak terlalu maju dan juga tidak terlalu mundur. Wilayah ini sangat potensial untuk pengembangan tembakau Besuki yang ditanam di bawah naungan (TBN). Wilayah Jember Selatan : Wilayah selatan tergolong daerah yang waktu hujannya paling mundur. Wilayah ini memiliki tingkat kesuburan tanah yang cukup baik dibanding dengan daerah lain. Wilayah ini sangat sesuai untuk pengembangan tembakau Besuki Na-Oogst yang ditanam lebih awal atau yang disebut juga dengan tembakau BesNOTA. Tembakau yang dihasilkan memiliki kualitas yang cukup baik untuk bahan Dekblad dan Omblad, namun filler yang dihasilkan kurang baik.Permasalahan Umum dalam usahatani tembakau Besuki Na-Oogst yang ada di Jember antara lain : Mutu sumber daya manusia petani masih kurang memadai. Kelembagaan petani belum berperan dan berfungsi optimal. Peranan dan fungsi lembaga penelitian dan pengembangan pertembakauan semakin lemah. Kegiatan pembinaan dan penyuluhan pertembakauan kurang intensif. Pelaksanaan teknik budidaya berdasarkan pedoman Good Tobacco Practices (GTP) belum optimal. Terjadi pergeseran areal penanaman tembakau ke lahan yang kurang sesuai. Teknologi budidaya dan pengolahan tembakau yang mengadaptasi kondisi anomali cuaca belum tersedia dengan baik. Ketersediaan gudang pengering belum memadai. Ketersediaan varietas unggul yang dikehendaki oleh pasar masih terbatas dan kemurnian benih yang ada masih kurang memadai.Petani sulit mendapatkan pinjaman dari perbankkan.Mutu tembakau yang dihasilkan dari petani kurang dapat memenuhi kualitas sesuai dengan yang dikehendaki oleh pasar.Belum ada jaminan pasar yang pasti produk tembakau yang dihasilkan oleh petani.Banyaknya permasalahan yang ada pada usaha tani tembakau BesNo diatas perlu dicarikan solusi yang baik oleh semua pihak (stakeholder) yang berkepentingan dengan tembakau. Berbagai usaha untuk mengatasi permasalahan tembakau BesNo sudah dilakukan, baik oleh perintah, pengusaha maupun petani sendiri. Namun sampai dengan saat ini masih belum nampak hasil yang nyata untuk mempernbaiki kondisi yang ada. Bahkan berbagai konsep tentang pola kemitraan usaha tani Tembakau BesNo sudah banyak dilakukan namun belum dirasakan manfaatnya. Petani sendiri saat ini bahkan merasa skeptis dengan adanya program kemitraan. Pola-pola kemitraan yang pernah ada masih belum mampu menjawab permasalahan yang ada.Usaha untuk mengatasi permasalahan tembakau tidak boleh berhenti sampai disini. Meskipun berbagai kendala selalu menghadang. Tembakau Besuki Na-Oogst sudah merupakan icon dari kabupaten Jember dan sudah sekian lama memberikan penghidupan bagi petani dan masyarakat Jember pada umumnya. Oleh karena itu eksistensi tembakau BesNo perlu dipertahankan. Sebagai salah satu usaha untuk mengatasi kebuntuan pola kemitraan usahatani tembakau Koperasi Agrobisnis Tarutama Nusantara sebagai salah satu eksportir tembakau di Kabupaten Jember menawarkan konsep kemitraan yang sinergis yang berbasis pada petani kelompok hamparan sebagai mitra usahanya. Kemitraan yang sinergis ini diharapkan dapat melibatkan semua pihak yang berkepentingan untuk dapat berpartisipasi aktif dalam usaha kemitraan tembakau BesNo. Konsep pola kemitraan tersebut secara ringkas dapat dijelaskan pada bagan berikut: Kesepahaman antara kelompok tani hamparan yang sudah mempunyai koperasi yang berbadan hukum dengan pihak Koperasi Tarutama Nusantara sebagai eksportir. Lebih lanjut jika dimungkinkan bentuk kerja sama kemitraan tersebut tertuang dalam sebuah kontrak MoU atau kontrak kerja.
Eksportir menyediakan tenaga ahli dalam bidang budidaya tembakau, sehingga diharapkan mutu tembakau yang dihasilkan oleh petani anggota akan sesuai dengan mutu yang dikehendaki oleh pasar. Dalam menjalankan usahanya ekspotir selalu berkoordinasi dengan asosiasi ekportir yang tergabung dalam ITA sedang petani berkoordinasi dengan asosiasi petani yang ada yaitu APTI/APTNO .Dalam berhubungan dengan eksportir selaku pembeli produk dari petani anggota kelompok tani melalui wadah koperasi tani yang sudah ada yaitu koperasi Margi Utama.Eksportir dalam hal ini menjamin pembelian seluruh produk tembakau yang dihasilkan dengan harga sesuai dengan kesepatan yang ada dalam MoU atau kontrak kerja.Petani dalam pengusahaan tembakau memperoleh pinjaman permodalan dari perbankan dengan bunga yang wajar, dalam hal ini eksportir selaku mitra dapat menjembatani kebutuhan modal petani dengan pihak bank melalui perjanjian kredit yang disepakati. Koperasi tani berhak mendapatkan pembinaan dari dinas koperasi dan diharapkan dalam managemennya selalu berkoordinasi dengan Diskop. Antara koperasi tani dan eksportir dapat menunjuka tim Arbitrase yang dalam hal ini diperankan oleh Disperindag dan Disbunhut.Di tengah lesunya minat petani untuk menanam tembakau yang disebabkan kegagalan dalam usahataninya, di daerah Tanjung Rejo Kecamatan Wuluhan terdapat sekelompok petani yang masih berusaha menanam tembakau sebagai sandaran hidupnya. Sekelompok masyarakat tani tersebut cukup militan dalam berbudidaya tembakau. Kelompok tani tersebut adalah Kelompok Tani Margi Tani 01. Kelompok Tani Margi Tani 01 merupakan kelompok tani hamparan yang secara kelembagaan mempunyai kemampuan yang cukup baik dalam pengelolaan sumber daya, baik sumber daya alam yang dimiliki maupun sumber daya manusianya. Dalam kelompok ini sudah kegiatan usaha tani sudah cukup tertata dengan baik, baik dari segi sistem budidaya maupun dalam usaha lain yang mendukung dalam budidaya yang dilakukan. Kelompok tani bahkan saat ini telah memiliki sebuah koperasi tani yang sudah berbadan hukum. Dari segi luas hamparan yang dimiliki yaitu sekitar 75 ha sangat ideal untuk dijadikan mitra dalam usaha tani tembakau BesNota. Tidak terlalu luas namun dapat dikelola dengan baik. Tingkat pengetahuan dan rasa ingin tahu terhadap teknologi dan mengadopsi dalam budidaya tanaman pertanian sangat tinggi sehingga secara keseluruhan modal yang dimilikinya dapat dijadikan dasar untuk menjadi mitra yang baik. Menurunnya realisasi area bila dibandingkan dengan target yang akan dicapai,sehingga berdampak akan mengganggu volome export,dan ini disebabkan dari menurunnya realisasi area itu antara lain disebabkan oleh kepastian petani tembakau yang diajak berunding dihadapkan kepada tingkat kepercayaan,kedua belah pihak yang belum menunjukan asas kesetiaan yang benar yaitu saling menguntungkan,saling membutuhkan dan saling memperkuat dalam kesinambungan.Permasalahan kedua skim kredit untuk pembiayaan budidaya tembakau mensyaratkan jaminan harta tetap dalam bentuk sertifikat tanah sementara kepemilikan tanah ditingkat petani yang dimiliki bukan sertifikat hanya sekedar surat yang tidak bisa untuk jaminan.Adapun solusi adalahnya adalah memediasikan permasalahan kemitraan ditingkat petani yang diperlukan penambahan pembiayaan usaha tani tembakau yang tidak mengharuskan jaminan sertifikat tetapi hanya vidusia tanaman ,kegiatan,budidaya .salah satu bentuk pembiayaan yang mensyaratkan vidusia adalah program pembiayaan yang dilakukan oleh Lembaga Pengelolah Dana Bergulir ( LPDB ) /bbg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>